Vaksin Bukan Obat Covid

Sementara itu, ketidakadilan terus-menerus menambah frustrasi saat Swaminathan dan timnya berjuang memahami Covid-19 dan memberikan informasi yang diperlukan untuk mengendalikannya. Dua dekade lalu, Soumya Swaminathan menyaksikan pasien yang terinfeksi HIV menderita yang seringkali mengerikan dan meninggal padahal dapat dicegah. Jakarta (beritajatim.com) – Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan perdana program Vaksinasi Covid-19 Gotong Royong yang dipusatkan di pabrik PT Unilever Indonesia, Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa, 18 Mei 2021. Musababnya ada RS yang tak memadai atau tak memiliki kewenangan untuk menangani KIPI. Daripada dioper-oper seperti beberapa kasus yang terjadi, maka lebih baik peserta langsung datang ke RS pertama yang dirujuk. Hingga esok hari gejala tak reda, ia tetap tidak segera ke faskes terdekat maupun melapor pada dokter penanganan KIPI.

Ia berharap, dengan ikhtiar vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan ini dapat menyelesaikan persoalan Covid-19 di Batam. Dokter Reisa mengatakan bahwa masyarakat sebaiknya tidak takut untuk memeriksakan diri demi mendapatkan perawatan dan pengobatan yang optimum. Pasalnya, obat-obatan yang tersedia di fasilitas kesehatan sudah sangat lengkap dan membantu. Upaya penanganan Covid-19 ini juga diikuti dengan rencana pemerintah untuk mengadakan vaksin. Penanganan pandemi tidak semata-mata diselesaikan dengan vaksin, oleh sebab itu pemerintah penting untuk menerapkan strategi komunikasi, edukasi dan kampanye yang tepat terkait fungsi vaksin. Hal ini menjadi peluang, bahwa industri vaksin di Indonesia prospektif, karena pengembangan vaksin tidak akan berhenti produksi selain kebutuhan pandemi, juga untuk memenuhi kebutuhan Kesehatan masyarakat Indonesia yang berjumlah 270 juta jiwa.

Dengan tujuan meningkatkan rasio kesembuhan, mulai four November obat penanganan Covid-19 ini sudah didistribusikan ke 34 dinas kesehatan provinsi dan 779 rumah sakit di seluruh Indonesia. Sebagai tahap awal, pemerintah akan memprioritaskan program vaksinasi kepada garda terdepat perlawanan terhadap Covid-19, yakni paramedis, pelayan publik, serta TNI/Polri dan aparat penegak hukum. Kepada masyarakat agar tidak perlu takut untuk divaksin karena program vaksin akan terus dilakukan hingga Pandemi Corona Virus Diseace usai. “Kepada masyarakat Kutai Barat jika sudah menerima vaksin harus tetap disiplin Protokol Kesehatan bukan habis divaksin lepas masker. Hal ini perlu dukungan dan partisipasi masyarakat agar dapat menekan virus corona ini,” bebernya.

Serta masyarakat lainnya dengan mempertimbangkan klaster penularan pada periode kedua atau sekitar April 2021 sampai Maret 2022. Ia menyampaikan bahwa Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan akan ada 2 jalur kerjasama dalam mengadakan kandidat vaksin Covid-19. Yaitu hasil kerjasama bilateral/multilateral dan pengembangan vaksin Merah Putih. Untuk vaksin Merah Putih merupakan hasil kerjasama perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang ada di Indonesia.

Vaksin dapat menangani Covid

Menyambut awal tahun 2021, masyarakat Indonesia mulai mendapatkan secercah harapan untuk menyudahi pandemi Covid-19. Setelah dirundung kecemasan lebih dari sembilan bulan, perlahan namun pasti, pemerintah Indonesia semakin dekat dengan upaya vaksinasi. Akan tetapi, alih-alih memenuhi kehadirannya dengan optimisme, publik justru mewarnainya dengan ragam kekhawatiran. Pekerja kesehatan dan penghuni panti jompo akan menjadi orang pertama yang menerima vaksinasi Covid-19.