Vaksin Astrazeneca Dipastikan Tak Mengandung Babi

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mendesak aparat penegak hukum turun tangan menyelidiki dugaan kebocoran knowledge pribadi 279 juta knowledge penduduk Indonesia. Penyidik Dit Tipidsiber Bareskrim Polri akan memeriksa Dirut BPJS Kesehatan terkait kebocoran information pribadi 279 juta penduduk Indonesia. Konsultasikan terlebih dahulu terkait kondisi kesehatan Anda dengan dokter kami di sini sebelum memutuskan untuk mendaftar sebagai peserta vaksin COVID-19. Bila Anda mengalami KIPI setelah melalui proses observasi di lapangan, segera hubungi dokter atau pergi ke fasilitas kesehatan setempat untuk penanganan lebih lanjut. Kami informasikan untuk undangan pelaksanaan vaksinasi akan kami informasikan melalui Whatsapp/Email/SMS terdaftar dan mohon melakukan pengecekan secara berkala. Karena saat ini antusias dari pendaftar sangat tinggi, mohon kesediaannya menunggu sampai undangan pelaksanaan vaksinasi terdistribusi secara menyeluruh.

Lembaga Islam di sejumlah negara memfatwakan boleh mengkonsumsi vaksin covid-19 terbuat dari gelatin babi atau bahan lainnya yang dalam kondisi biasa, termasuk bahan haram. Lalu, pada 24 Februari, LPPOM MUI melakukan audit di Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam mengkaji bahan dan proses pembuatan vaksin tersebut melalui dokumen dossier yang dikirimkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia PBB . Dari dokumen itu, proses dilanjutkan dengan kajian publikasi ilmiah Astra Zeneca dan penelusuran media yang digunakan pada publikasi itu melalui situs. Sertifikasi halal vaksin korona sendiri sejauh ini masih diproses oleh Majelis Ulama Indonesia .

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa bahan-bahan khususnya media pertumbuhan yang digunakan dalam proses produksi vaksin Covid-19 Sinovac sama sekali tidak menggunakan unsur yang berasal dari babi dan/atau turunannya. Dalam proses produksi dari primely cell hingga ke working cell menggunakan media dari berbagai bahan baik bahan kimiawi sintetik hingga bahan yang sumbernya dari hewan. Perlu diketahui bahwa sel vero adalah sel yang pada awalnya diisolasi dari ginjal Monyet Hijau Afrika. Pada awal tahun 1960-an oleh ilmuan Jepang Yasumura dan Kawakita, sel ini “direkayasa” sedemikian rupa sehingga bersifat immortal .

Vaksin Sinovac babi

Menurut kajian dari Majelis Ulama Indonesia , proses pembuatan vaksin AstraZeneca menggunakan tripsin hewan babi. Namun, santer terdengar bahwa vaksin buatan Oxford University di Inggris ini mengandung tripsin babi di dalamnya. AstraZeneca rencananya akan menjadi vaksin kedua yang digunakan di Indonesia untuk mengatasi pandemi COVID-19. Vaksin AstraZeneca ini menggunakan adenovirus dari hewan simpanse yang dapat memicu respons imun untuk melawan virus corona. “Jadi dengan hukum ini para netizen tidak perilaku ragu, sama saja antara pakai Sinovac dan AstraZeneca sama-sama baik semuanya, sama-sama bermanfaat dan ini boleh digunakan dan disuntikkan pada umat Islam untuk program vaksinasi,” katanya.

Selain itu, tidak pula digunakan bahan yang bersumber dari unsur tubuh manusia (juz’un min al-Insan). Namun demikian, ditemukan fakta bahwa di media pertumbuhan digunakan unsur dari hewan yaitu berupa sel vero yang berasal dari sel yang diambil dari ginjal kera hijau di Afrika. Selain itu, ada pula penggunaan media yang bahannya bersumber dari serum darah sapi atau serum darah janin sapi. Serum darah janin sapi diambil dengan cara menyembelih induknya lalu diambil janin sapi dan diambil darah yang bersumber dari janin sapi. Namun dalam kondisi yang sangat mendesak akibat pandemi dan tidak mencukupi jika menggunakan vaksin Sinovac yang halal karena keterbatasan vaksin yang tidak memadai.

Bekerja dengan Gilead Sciences, remdesivir dikembangkan oleh Lab Baric untuk memerangi semua virus korona yang dikenal, termasuk SADS-CoV. Saat ini digunakan untuk mengobati infeksi COVID-19 pada manusia, termasuk presiden Amerika Serikat. Hasil awal dari penelitian ini menunjukkan bahwa ia memiliki aktivitas yang kuat terhadap SADS-CoV, meskipun Edwards memperingatkan bahwa diperlukan lebih banyak pengujian pada jenis sel tambahan dan pada hewan untuk mengkonfirmasi temuan ini.

Ketentuan inilah yang dipedomani oleh MUI Pusat bahwa produk apapun yang mengandung unsur babi (intifa’ul khinzir) hukumnya haram dan tidak perlu diproses lebih lanjut, baik dengan cara istihalah ataupun istihlak . Komisi Fatwa MUI menyatakan vaksin Covid-19 AstraZeneca haram karena mengandung unsur babi. Ketiga, ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 guna ikhtiar mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity. Menurutnya, fasilitas produksi yang digunakan juga suci dan hanya untuk produk vaksin Covid-19.

Namun demikian, kata Ni’am, fatwa utuh MUI terkait vaksin Covid-19 tersebut baru akan dikeluarkan setelah hasil uji Badan Pengawas Obat dan Makanan keluar. Terlepas dari itu, kini Majelis Ulama Indonesia menyatakan bahwa vaksin Covid-19 halal dan suci. Oleh karena itu, kita sebetulnya tak memerlukan fatwa untuk kehalalan vaksin. Majelis Ulama Indonesia tak perlu repot-repot bersidang untuk menerbitkan fatwa halal bagi vaksin covid-19. Pemerintah dan rakyat tak perlu repot-repot menunggu MUI mengeluarkan fatwa halal untuk vaksin covid-19.

Namun, Eddy menyatakan vaksin Sinovac tidak menggunakan enzim tripsin babi dimana sejumlah vaksin juga menggunakan sel vero seperti vaksin DPT yang mengantongi sertifikat halal. Terkait vaksinasi Covid-19, pro kontra vaksin semakin memanas karena dibumbui dengan isu politik, konflik Pilpres yang masih membekas, hingga masalah komunisme China. Pertama, Kelompok yang menerima dan siap divaksin tanpa reserve/tanpa syarat.

JAKARTA, iNews.id – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memastikan vaksin virus corona (Covid-19) Sinovac halal dan suci dari kandungan babi atau bahan yang tercemar babi dan turunannya. Sudah menjadi pengetahuan publik bahwa dalam proses produksi vaksin terdapat kemungkinan penggunaan unsur yang bersumber dari babi sebagai media dalam proses produksi vaksin. Terkait Kehalalan Vaksin Covid-19 Produksi Sinovac, MUI sudah mengeluarkan Fatwa No. 02 Tahun 2021 yang memutuskan bahwa Vaksin Covid-19 Produksi Sinovac adalah Halal dan Suci. Tidak hanya babi, vaksin Sinovac juga tidak memanfaatkan bagian tubuh manusia. Meskipun vaksin mengandung unsur najis, tetapi sudah dilakukan penyucian dengan syar’i.